my piano

my piano

Sunday, October 25, 2009

you tube

Murid : "Bu, minta lagu...."
Guru : "Hmmm, sebentar.... (guru mencari perbendaharaan lagu-lagu
yang kira-kira sesuai dengan kemampuan murid).
Ini, ada Waltz Op. 64 no. 1 nya F.Chopin, lalu Fountain in the Rain  

nya F. Gillock dan Dragonfly nya Melody Bober.

Murid : "Ibu mainin....".

Guru memainkan masing-masing lagu, sehalaman, tidak sampai selesai.
Maksudnya untuk apresiasi saja agar murid mendengarkan sebagian lagu  

yang ingin dia mainkan.
Sisanya, murid yang harus mencoba sendiri lagunya seperti apa,

kalau dimainkan seluruhnya.

Saya memang memberikan keleluasaan kepada murid untuk 

belajar lagu-lagu yang mereka sukai.
Dengan mempelajari lagu yang mereka sukai, 

sudah satu langkah maju, supaya mereka mau belajar dan latihan.
Sulit menuntut murid untuk rajin latihan bila lagunya tidak
disukai murid.

Akhirnya murid saya ini, memilih Dragonfly.

Guru : "Apa artinya Dragonfly ?".

Lalu kami berdiskusi tentang lagu dan ekspresi.

Minggu ke-dua setelah lagu Dragonfly, murid saya bertanya :
"Bu, ada Romance nya Melody Bober gak ?"
Guru : "Romance ?"
Murid : "Iya Bu, di You Tube ada".
Guru dalam hati, Oh, ini sebabnya, dalam 2 minggu lagu tersebut 

sudah hampir "jadi", dimainkan cukup detail. 
Anak-anak mencari info, dari You Tube untuk mencari tahu lagunya seperti apa.
Bahkan lebih dulu tahu daripada gurunya lagu-lagu lain yang diciptakan  

oleh komposer yang sedang dia pelajari ciptaannya.

Guru : "Nanti yaaaa, saya cari dulu. Ada juga Valse Dramatico".
Murid : "Iyaaa, itu juga ada. Mau deh Bu, belajar lagu itu".
Guru : "OK".

Sunday, June 07, 2009

"spiderman" capek

Murid baru, seorang anak laki-laki usia 4 tahun.
Pertemuan pertama, sang anak tidak mau masuk kelas
tanpa didampingi oleh ayahnya.
Terpaksa sang ayah duduk satu bangku dengan sang anak.
Menurut sang ayah, putranya gemar dengan tokoh kepahlawanan seperti
Batman, Superman, Spiderman, Power Ranger dll.
Pertemuan kedua, ganti, sang bunda yang menemani di dalam kelas.
Minggu ke tiga, belajar berdua saja dengan guru.
Setelah sekian menit pelajaran......

Murid : "Capek, aku mau bobo"
Guru : "Ah, nggak capek, kan Spiderman. Spiderman kuat...."
Murid : "Bukan, aku bukan Spiderman".
Guru : "Ya sudah, Superman...."
Murid : "Bukan.....".
Guru : "Batman".
Murid : "Bukan.....".
Guru : "Power Ranger".
Murid : "Bukan.....aku R****n (dia menyebut namanya sendiri ).
Capek, mau bobo .....".
Guru : "Sebentar lagi.... capeknya di suruh pergi dulu...."
Murid : "Gak bisa .... ada di dalam sini ... ( sambil menunjuk dadanya ).

Guru : "**** (speechless)....
( Wah, harus ganti nih, bukan membujuk tapi memotivasi )

Guru (dengan suara direndahkan dan ada "tekanan") :
"Ayo ah...capeknya dilawan. Kan jagoan, harus kuat !!!!".

Akhirnya murid menurut untuk melajar 15 menit lagi.

Thursday, May 07, 2009

tangganada

Nooriza sulit betul memainkan tangganada
2 oktav dengan 2 tangan.
Teknis memainkan tangganada 2 oktaf
adalah sebagai berikut :

Perputaran jari tangan kanan adalah :

123 1234 123 12345 = 2 oktaf ( 15 tuts )


Perputaran jari tangan kiri adalah :

54321 321 4321 321 = 2 oktaf ( 15 tuts )


Coba mainkan bersama-sama secara searah.
Pasti perputaran jarinya tidak konsisten,
akibat selanjutnya salah pencet tuts.
Tentu saja tangganadanya menjadi acak-acakan.

Kenapa begitu sulit ?
Mungkin karena anatomi tubuh manusia adalah
simetris.
Sedangkan memainkan tangganada searah (unison)
perputaran jari-jari tangan kanan dan kira
tidak sama.
Lebih mudah kalau memainkan tangganadanya
berlawanan arah (contrary motion).

Akhirnya saya coba begini.
Piano saya tutup.
Saya minta Nooriza memainkan tangganada
dalam keadaan mata tertutup.
Saya minta dia seolah-olah bermain tangganada di
tutup piano tersebut.
Harapan saya, dia dapat merasakan ujung-ujung
jarinya.
Saya tidak tahu juga bagaimana sih kerja otak ?
Kenapa yang menggerakkan tangan kanan adalah
otak bagian kiri. Dan yang menggerakkan tangan
kiri adalah otak bagian kanan.
Mudah-mudahan dengan menutup mata dia bisa lebih
konsentrasi.

Mula-mula tangan kanan sendiri.
Lalu tangan kiri sendiri.
Lalu ke dua tangan.

Hasilnya cukup signifikan.

Nah, sekarang coba mainkan sungguh-sungguh di
piano (berbunyi).