my piano

my piano

Sunday, November 22, 2009

Over the Rainbow

Somewhere over the rainbow way up high,
there's land that I heard of once in a lullaby,
Somewhere over the rainbow skies are blue,
and the dreams that you dare to dream 
really do come true,
Someday I'll wish upon a star and wake up
where the clouds are far behind me,
Where troubles melt like lemon drops, away,
above the chimney tops,
that's where you'll find me,
Somewhere over the rainbow blue birds fly,
Birds fly over the rainbow, why then,
oh why can't I ?
If happy little blue birds fly beyond the rainbow, 
why, oh why can't I ?






Lagu "Over the Rainbow" adalah salah satu lagu yang dipesan oleh murid saya untuk dicarikan partiturnya.
Memang bukan lagu jaman klasik, abad 17 atau 18, seperti halnya Mozart atau Beethoven.
Tapi lagu ini sudah cukup "tua", karena dibuat sekitar tahun 1930an. 
Bahkan dijadikan soundtrack film "The Wizard of Oz".
Rupanya murid saya, kira-kira usia 17 tahun suka lagu ini. Baginya, lagu "Over the Rainbow" adalah lagu "Klasik".


Saya pun mencarikan partitur lagu ini. Ada banyak variasi. Dari yang sangat mudah, melodi dan iringan blok kord saja, sampai yang cukup sulit.
Komposisi yang saya siapkan dimainkan dengan 3 flat, atau di tangganada E flat mayor.
Partitur ini cukup sulit memainkannya.
Ada banyak tanda baca, ada artikulasi, ada dinamika, ada ornamen dan ada panduan kord.


Bagi saya, lebih mudah mengajarkan suatu komposisi, kalau murid suka.
Apalagi lagu ini ada syairnya, sehingga murid tidak akan keliru nada.
Maksudnya, kalau murid salah baca, notnya salah, maka dia akan segera tahu bahwa dia salah baca, 
karena bunyinya tidak sama dengan nada yang dia ingat.
............
Setelah beberapa minggu.
..........
Murid : "Bu, walaupun saya belum bisa begitu bisa lagu ini, saya minta ganti lagu saja Bu. 
Ibu saya protes. Karena lagu ini lagu Pop. Kata ibu saya, kalau lagu Pop belajar sendiri saja.
Ibu saya, maunya saya belajar lagu Klasik banget".


Guru : "???????".........


(Dalam hati guru, bagaimana bisa sang Ibu memutuskan anak belajar sendiri saja dengan alasan lagunya lagu Pop, padahal partitur ini tidak mudah. 
Sang Ibu tahu tidak yaaaa membaca not balok ? Lalu apa yang dimaksud dengan lagu yang "Klasik Banget" ?) ...........


Saya tidak ingin memaksakan program saya, karena tidak ingin merusak hubungan antara guru-murid-orangtua.
Lagipula masih banyak ribuan lagu selain "Over tha Rainbow".
Akhirnya, saya menggantinya dengan lagu "Fur Elise" - L.v. Beethoven.
Mudah-mudahan ini yang dimaksud dengan lagu "Klasik Banget" yang semua orang tahu.

Sunday, October 25, 2009

you tube

Murid : "Bu, minta lagu...."
Guru : "Hmmm, sebentar.... (guru mencari perbendaharaan lagu-lagu
yang kira-kira sesuai dengan kemampuan murid).
Ini, ada Waltz Op. 64 no. 1 nya F.Chopin, lalu Fountain in the Rain  

nya F. Gillock dan Dragonfly nya Melody Bober.

Murid : "Ibu mainin....".

Guru memainkan masing-masing lagu, sehalaman, tidak sampai selesai.
Maksudnya untuk apresiasi saja agar murid mendengarkan sebagian lagu  

yang ingin dia mainkan.
Sisanya, murid yang harus mencoba sendiri lagunya seperti apa,

kalau dimainkan seluruhnya.

Saya memang memberikan keleluasaan kepada murid untuk 

belajar lagu-lagu yang mereka sukai.
Dengan mempelajari lagu yang mereka sukai, 

sudah satu langkah maju, supaya mereka mau belajar dan latihan.
Sulit menuntut murid untuk rajin latihan bila lagunya tidak
disukai murid.

Akhirnya murid saya ini, memilih Dragonfly.

Guru : "Apa artinya Dragonfly ?".

Lalu kami berdiskusi tentang lagu dan ekspresi.

Minggu ke-dua setelah lagu Dragonfly, murid saya bertanya :
"Bu, ada Romance nya Melody Bober gak ?"
Guru : "Romance ?"
Murid : "Iya Bu, di You Tube ada".
Guru dalam hati, Oh, ini sebabnya, dalam 2 minggu lagu tersebut 

sudah hampir "jadi", dimainkan cukup detail. 
Anak-anak mencari info, dari You Tube untuk mencari tahu lagunya seperti apa.
Bahkan lebih dulu tahu daripada gurunya lagu-lagu lain yang diciptakan  

oleh komposer yang sedang dia pelajari ciptaannya.

Guru : "Nanti yaaaa, saya cari dulu. Ada juga Valse Dramatico".
Murid : "Iyaaa, itu juga ada. Mau deh Bu, belajar lagu itu".
Guru : "OK".

Sunday, June 07, 2009

"spiderman" capek

Murid baru, seorang anak laki-laki usia 4 tahun.
Pertemuan pertama, sang anak tidak mau masuk kelas
tanpa didampingi oleh ayahnya.
Terpaksa sang ayah duduk satu bangku dengan sang anak.
Menurut sang ayah, putranya gemar dengan tokoh kepahlawanan seperti
Batman, Superman, Spiderman, Power Ranger dll.
Pertemuan kedua, ganti, sang bunda yang menemani di dalam kelas.
Minggu ke tiga, belajar berdua saja dengan guru.
Setelah sekian menit pelajaran......

Murid : "Capek, aku mau bobo"
Guru : "Ah, nggak capek, kan Spiderman. Spiderman kuat...."
Murid : "Bukan, aku bukan Spiderman".
Guru : "Ya sudah, Superman...."
Murid : "Bukan.....".
Guru : "Batman".
Murid : "Bukan.....".
Guru : "Power Ranger".
Murid : "Bukan.....aku R****n (dia menyebut namanya sendiri ).
Capek, mau bobo .....".
Guru : "Sebentar lagi.... capeknya di suruh pergi dulu...."
Murid : "Gak bisa .... ada di dalam sini ... ( sambil menunjuk dadanya ).

Guru : "**** (speechless)....
( Wah, harus ganti nih, bukan membujuk tapi memotivasi )

Guru (dengan suara direndahkan dan ada "tekanan") :
"Ayo ah...capeknya dilawan. Kan jagoan, harus kuat !!!!".

Akhirnya murid menurut untuk melajar 15 menit lagi.