my piano

my piano

Wednesday, July 09, 2008

Mogok (lagi)

Rabu, ayahnya Daridaru mau ke luar kota.
Sepulangnya Daridaru mengantar ayahnya ke sebuah perusahaan travel,
mobil mogok di jalan Buah Batu.
Padahal masih jam 5.30, padahal jam 6.00 - 9.00 jalan Buah Batu satu
arah dari arah Selatan.
Terpaksa mobil ditinggal di tepi jalan, naik angkot pulang ke rumah.
Di rumah cari tambang, mobil akan diderek saja pulang .....
Pakai apa ?
Tunggu saja sampai hari terang, tunggu semua orang sudah bangun ....
montir .... bengkel dll.
Jam 7, montir handal ditelpon, tidak ada jawaban.
Ternyata masih di suatu tempat.
Coba didorong katanya.
Bagaimana mendorong mobil mogok supaya jalan ?
Cari montir lain dari bengkel dekat rumah.
Montir belum datang.
Jam 9, sudah lewat jam tilang, coba mobil ditengok.
Masih terparkir di tepi jalan dan tetap mogok.
Jam 10, montir dari bengkel datang ke rumah.
Coba susul Daridaru ke jalan Buah Batu.
Ternyata accunya harus ganti. Accu baru ?
Barapa harganya ? Accu sudah 7 tahun .... sudah waktunya ganti.
Alhamdulillah ada Daridaru yang mondar-mandir dan membereskan.
Kuncinya .... biarkan membereskan sendiri persoalan.
Sudah waktunya supermom alihtugas ......

Sunday, July 06, 2008

Mondrian Dress

Pada suatu hari, Apsarasapsari :
"Besok ke undangan pakai baju apa ?"

Browsing .... lalu ada ide, "how to look gorgeous but totally broke",
antara lain punya baju warna hitam dan mondrian dress.

Mondrian Dress ?
Piet Mondrian (1872-1944), adalah seorang seniman Belanda,
yang terkenal dengan lukisan abstraknya.
Lukisan abstraknya antara lain komposisi warna
dan geometri sederhana yang merupakan terobosan cukup radikal pada waktu itu.

Yves Saint Laurent kemudian terinspirasi dengan karya Mondrian.
Sehingga tahun 1965 merancang gaun lurus, sack dress dengan pola geometri dan warna seperti lukisan Mondrian.
Bukan hanya baju, tetapi juga pelengkapnya, termasuk tas, dasi dan sepatu.

Jadilah Rabu siang itu, saya dan Apsarasapsari ke Pasar Baru.
Belanja kain Thai Silk seharga 20ribuan per meter.
Untuk sack dress, beli warna putih 1 meter, lalu warna merah cabe,
biru terang dan kuning telur, masing-masing 0,5 meter.
Segulung pita hitam, zipper dan benang.

Mondrian dress menjelang, dalam proses ..... besok ke tukang obras.
Mudah-mudahan siap untuk Fancy Night.

Thursday, June 26, 2008

hom e lon

Begini ini tiap akhir semester.
Pulang ke rumah jam 15.30 .... sepi ....
Wah, artinya home alone.

15.30 .. depan TV, pindah-pindah dari Kasak-Kusuk, Cek & Ricek, Obsesi...
tontonan tidak bermutu ... seseorang pergi umroh, ditahan, batal
menikah, akan menikah, cerai, sita marital ... beritanya seolah-
olah telah terjadi bencana alam.
16.00 .. tidak sengaja sampai ke Climate Challenge.
Acara bagus ... pompa genjot tidak merusak lingkungan, solar system
house ....emisi karbon, Kiyoto ...
Kalau di Indonesia ada rumah energi surya, saya mau daftar untuk
dipasangi solar system.
Sayang belum ada yang menemukan gabungan 2 buah sistem,
antara PLN ( yang akhir-akhir ini marak giliran pemadaman )
dan energi surya yang berlimpah ruah tidak menyebabkan polusi.
Semacam hybrid car.
16.30 .. bosan .. acara berita sama saja di semua stasiun TV .. kerusuhan
DPR, BIN, Jampidsus, Jamdatun, KPK, Pilkada, BBM, Pansus ... dunia
isinya akronim.

Coba bikin keributan sendiri ..
Godfather I, Godfather II, Forrest Gump,
When I am Falling Love, Color of the Wind, Cavatina ..
Waltz Op. 64 no. 1, Sonata D major K.448, Shostakovich Concerto ..
Spain, Girl from Ipanema,
Take Five ..


Sayup-sayup suara adzan ...
Nyamuk mulai menyerang ...

Masih home alone. Padahal baru 3 jam sendirian. Bagaimana kalau seharian ?
After sholat apalagi yaaa ....

Tuesday, June 17, 2008

Urgently Required

Sudah 4 bulan ini tiap Sabtu dan Minggu mata saya nanar membaca 2 buah koran nasional dan lokal, kolom demi kolom iklan lowongan kerja.
Bersama Daridaru sejak dinyatakan sarjana Februari y.l berburu
lapangan pekerjaan yang kira-kira memungkinkan.
Hampir semua kolom memasang kata-kata Urgently Required.
Sebagai fresh graduate, pilihannya adalah management trainee.
Lamaran demi lamaran dikirim ke berbagai perusahaan.
Curiculum vitae disusun ulang, setelah mendapat kritikan tajam dari bibinya yang psikolog.

Bursa Kerja atau Job Expo yang diselenggarakan oleh beberapa kampus, dinas
maupun lembaga independen rajin dikunjungi Daridaru.
Ternyata lebih efektif mengunjungi Bursa Kerja, karena pada saat yang sama
beberapa perusahaan menawarkan kemungkinan lapangan kerja.
Panggilan lalu wawancara. Tes pertama, tes kedua ....
Lolos, tidak lolos ....
Kecewa, tidak kecewa ....
Wawancara lagi .... menunggu panggilan ....
Tes lagi .... menunggu lagi ....
Selembar Surat Keterangan Lulus dan Transkrip Akademik ternyata belum cukup.
Masih harus ditambah dengan berbagai "kertas" tambahan.
Persaingan ketat .... pengangguran intelektual ....

Hari-hari kemudian diisi dengan kursus dan tes lain.

Bursa Kerja lagi .... Koran lagi ....
Semangat terus ....
Sampai, pada suatu Sabtu .... Urgently Required English Teacher.
Coba saja .... tidak ada salahnya berbekal hasil Toefl 630 dan sertifikat Advance sebuah Lembaga Bahasa.
Kata bibinya, dia berbakat mengajar.
Apapun pilihannya, saya senantiasa mendukung.

......."Kaulah busur, dan anak-anakmulah, anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian,
Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.".........

DIKUTIP DARI BUKU :
"SANG NABI" - KAHLIL GIBRAN

Setiap sujud, saya berdo'a untuknya .... agar jadi anak panah yang melesAT .